<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902</id><updated>2011-07-08T01:18:47.787-07:00</updated><title type='text'>blogipun mazandy</title><subtitle type='html'>selamat datang di blogipun mazandy, mungkin tak banyak yang anda temukan disini. Tapi bagi mazandy ini adalah suatu hal penting sebagai ajang aktualisasi dan pengembangkan diri, serta pengamalan ilmu yang pernah di dapat agar tidak membeku dan menjadi sia-sia. Salam manis, MAZANDY MAARIF.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-7892337175314242726</id><published>2009-06-15T20:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T20:45:29.669-07:00</updated><title type='text'>Winston Churchill quotes (British Orator, Author and Prime Minister during World War II. 1874-1965)”</title><content type='html'>“Success is not final, failure is not fatal: it is the courage to continue that counts.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-7892337175314242726?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/7892337175314242726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=7892337175314242726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/7892337175314242726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/7892337175314242726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2009/06/winston-churchill-quotes-british-orator.html' title='Winston Churchill quotes (British Orator, Author and Prime Minister during World War II. 1874-1965)”'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-3978147697656281199</id><published>2009-06-01T20:12:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T20:17:57.050-07:00</updated><title type='text'>Sistem Otomasi</title><content type='html'>Sistem otomasi dapat didefinisikan sebagai suatu tekhnologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang berbasis komputer (komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu.&lt;br /&gt;Sejarah perkembangan sistem otomasi bermula dari governor sentrifugal yang berfungsi untuk mengontrol kecepatan mesin uap yang dibuat oleh james watt pada abad ke delapan belas. Dengan semakin berkembangnya komputer maka peran-peran dari sistem otomasi konvensional yang masih menggunkan peralatan-peralatan mekanik sederhana sedikit demi sedikit memudar. Penggunaan komputer dalam suatu sistem otomasi akan menjadi lebih praktis karena dalam sebuah komputer terdapat milliaran komputasi dalam beberapa milli detik, ringkas karena sebuah PC memiliki ukuran yang relatif kecil dan memberikan fungsi yang lebih baik daripada pengendali mekanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Elemen dasar sistem otomasi&lt;br /&gt;Terdapat tiga elemen dasar yang menjadi syarat mutlak bagi sistem otomasi, yaitu power, program of instruction, kontrol sistem yang kesemuanya untuk mendukung proses dari sistem otomasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Power&lt;br /&gt;Power atau bisa dikatakan sumber energi dari sistem otomasi berfungsi untuk menggerakan semua komponen dari sistem otomasi. Sumber energi bisa menggunakan energi listrik, baterai, ataupun Accu, semuanya tergantung dari tipe sistem otomasi itu sendiri.&lt;br /&gt;b. Program of instruction&lt;br /&gt;Proses kerja dari sistem otomasi mutlak memerlukan sistem kontrol baik menggunakan mekanis, elektronik ataupun komputer. Untuk program instruksi / perintah pada sistem kontrol mekanis maupun rangkaian elektronik tidak menggunakan bahasa pemrograman dalam arti sesungguhnya, karena sifatnya yang analog. Untuk sistem kontrol yang menggunakan komputer dan keluarganya (PLC maupun mikrokontroler) bahasa pemrograman merupakan hal yang wajib ada.&lt;br /&gt;Bahasa pemrograman seperti yang dilukiskan dalam gambar berikut akan memberikan perintah pada manipulator dengan perantara driver sebagai penguat. Perintah seperti “out”, “outport” ,”out32” sebenarnya hanya memberikan perintah untuk sekian millidetik berupa arus pada manipulator yang kemudian akan diperkuat.&lt;br /&gt;Translasi/kompilasi bahasa (seperti Pascal, C, Basic, Fortran), memberi fasilitas pada programer untuk mengimplementasikan program aplikasi. Daerah ini merupakan antarmuka antara pengguna dengan sistem. Translator atau kompiler untuk bahasa pemrograman tertentu akan mengubah statemen-statemen dari pemrogram menjadi informasi yang dapat dimengerti oleh komputer.&lt;br /&gt;Instruksi komputer merupakan antarmuka antara perumusan perangkat lunak program aplikasi dan perangkat keras komputer. Komputer menggunakan instruksi tersebut untuk mendefinisikan urutan operasi yang akan dieksekusi. Penyajian Data membentuk antarmuka antara program aplikasi dan komputer. Daerah irisan dari ketiga lingkaran menyatakan sistem operasi. Sistem operasi ini yang akan mengkoor-dinasi&lt;br /&gt;interaksi program, mengatur kerja dari perangkat lunak dan perangkat keras yang bervariasi, serta operasi dari unit masukan/keluaran.&lt;br /&gt;Komputer merupakan salah satu produk teknologi tinggi yang dapat melakukan hampir semua pekerjaan diberbagai disiplin ilmu, tetapi komputer hanya akan merupakan barang mati tanpa adanya bahasa pemrograman untuk menggambarkan apa yang kita kerjakan, sistem bilangan untuk mendukung komputasi, dan matematika untuk menggambarkan prosedur komputasi yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;c. Sistem kontrol&lt;br /&gt;Sistem kontrol merupakan bagian penting dalam sistem otomasi. Apabila suatu sistem otomasi dikatakan layaknya semua organ tubuh manusia seutuhnya maka sistem kontrol merupakan bagian otak / pikiran, yang mengatur dari keseluruhan gerak tubuh. Sistem kontrol dapat tersusun dari komputer, rangkaian elektronik sederhana, peralatan mekanik. Hanya saja penggunaan rangkaian elektronik, perlatan meknik mulai ditinggalkan dan lebih mengedepankan sistem kontrol dengan penggunaan komputer dan keluarganya (PLC, mikrokontroller)&lt;br /&gt;Sistem kontrol sederhana dapat ditemukan dari berbagai macam peralatan yang kita jumpai, diantaranya&lt;br /&gt;- Setiap toilet memiliki mekanisme kontrol untuk mengisi ulang tangki air dengan pengisian sesuai dengan kapasitas dari tangki tersebut. Mekanisme sistem kontrol tersebut menggunakan peralatan mekanis yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sistem otomasi.&lt;br /&gt;- AC atau air conditioner merupakan sistem otomasi yang menggunakan sistem kontrol mikroelektronik atau yang sering disebut komputer sederhana.&lt;br /&gt;- Robot assembly contoh sistem otomasi yang menggunakan klntrol sistem komputer atau keluarganya. Sistem control tersebut akan memberikan pengaturan pada gerakan-gerakan tertentu untuk menyusun suatu peralatan pada industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aQ ga nulis dewe...http://tboymaster.wordpress.com/2008/04/30/sistem-otomasi/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-3978147697656281199?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/3978147697656281199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=3978147697656281199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/3978147697656281199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/3978147697656281199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2009/06/sistem-otomasi.html' title='Sistem Otomasi'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-5481065466803976408</id><published>2009-03-23T23:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T23:40:45.068-07:00</updated><title type='text'>Mematikan autorun.inf</title><content type='html'>Mau nulis kayaknya masih belum pede 100%, tapi ga papa yang penting ada usaha, trus yang paling penting jujur pada diri sendiri.  Artikel ini aq kutip dari saudara Zaki di http://zaki.staff.ugm.ac.id/, menurut aku sangat bermanfaat sekali untuk saat ini dimana penyebaran virus terutama melalui media flash disk semakin marak. Mungkin bagi orang yang suka ngoprek google ya no what what, tapi bagi yang tidak banyak waktu bisa berabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini masih banyak flashdisk yang mampir ke komputerku masih mengandung autorun.inf yang tidak terlihat (hidden) buatan virus. Anda pasti sudah tahu kalau file ini dibuat sebagai media penyebaran virus. Jadi saat anda memasukkan flashdisk ke komputer file ini akan langsung bekerja tanpa anda mengkilik file apapun di flashdisk tersebut, sehingga virus akan langsung menginfeksi komputer anda. Ada sebuah trik untuk menghindari hal tersebut, yaitu dengan menonaktifkan (disable) autorun, caranya begini : - Start&gt;run&gt;gpedit.msc - Computer (bisa juga User) Configuration &gt; Administrative Templates &gt; System &gt; Turn Off Autoplay - (Klik kanan) &gt; properties &gt; Enabled &gt; turn off autoplay on [All drives] Jangan lupa untuk selalu mengupdate antivirus anda. BTW, cara yang lain yang sangat ampuh adalah menggunakan OS selain Windows…!!!! Thanks to Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-5481065466803976408?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/5481065466803976408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=5481065466803976408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5481065466803976408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5481065466803976408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2009/03/mematikan-autoruninf.html' title='Mematikan autorun.inf'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-8439569295404257909</id><published>2009-03-23T23:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T23:35:37.600-07:00</updated><title type='text'>Pake "Flash File Recovery" untuk mencari file foto dan video yang hilang</title><content type='html'>Salam, barokallahu....&lt;br /&gt;Minggu kemarin ada persoalan yang muncul lagi, yang akhirnya jadi tambahan ilmu. Ceritanya temen seprofesi kemarin dulu baru beli kamera...untuk jeprat jepret di nikahane temennya. Eh ga taunya pulang sampai rumah ga bisa dibuka tuh di komputer, kayaknya ya stress tuh orang wakakakaka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dia minta tolong aku untung menyelamtakan fotonya itu. Pada mulanya aku dah nyerah, karena semua tool recovery koleksiku gak mempan, bahkan sampai kukirim ke counter hp, siapa tau ke-lock tuh MMCnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik demi detik berlalu menit demi menit berlalu jam demi jam berlalu juga....besoknya aku berusaha lagi lagi lagi dan lagi.....dengan berbekal dari teman sana-sini akhirnya kutemukan tool recover yang ampuh, namanya Flash File Recovery...Versi yang dijual saat tulisan ini dibuat v3.0. Silahkan dibuktikan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-8439569295404257909?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/8439569295404257909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=8439569295404257909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8439569295404257909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8439569295404257909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2009/03/pake-flash-file-recovery-untuk-mencari.html' title='Pake &quot;Flash File Recovery&quot; untuk mencari file foto dan video yang hilang'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-424720455022084717</id><published>2009-03-16T08:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T08:39:17.868-07:00</updated><title type='text'>Windows Genuine Victim di Xp kamu</title><content type='html'>Tadi siang teman sekantor saya curhat kalo laptop kesayangannya muncul Windows Genuine Victim seingat saya dulu ada teman sekantor saya juga yang laptopnya punya kasusu seperti itu. Saya saat menangani kasus pertama untuk menghilangkan saya terpaksa INUL (INstal ULang) and the problem has gone. Untuk kasus sekarang karena ternatasnya waktu dan disertai rasa penasaran, saya harus mer-Guru sama MbaH Google dan dipertemukan dengan http://l3nk.wordpress.com/. Dalam blog itu dikatakan untuk menghilangkan pesan Genuin di desktop bisa dilakukan dengan langkah-langkah berikut:&lt;br /&gt;1.Buka Task Manager dengan Ctrl+Alt+Del&lt;br /&gt;2.Matikan proses yang bernama “wgatray.exe”&lt;br /&gt;3.Restart/reboot komputer dan masuklah ke dalam safe mode&lt;br /&gt;4.Pada safe mode, buka registry editor ato regedit melalui menu Run. Ketik regedit    kemudian enter&lt;br /&gt;5.Pada regedit, carilah HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\microsoft\windowsNT\CurrentVersion\Winlogon\Notify, kemudian hapus folder/directory “WGALOGON”&lt;br /&gt;6.Restart kembali komputer seperti biasa…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-424720455022084717?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/424720455022084717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=424720455022084717' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/424720455022084717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/424720455022084717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2009/03/windows-genuine-victim-di-xp-kamu.html' title='Windows Genuine Victim di Xp kamu'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-8511428707962483848</id><published>2008-02-05T05:40:00.001-08:00</published><updated>2008-02-05T05:44:16.689-08:00</updated><title type='text'>Islam dan Perayaan Valentine</title><content type='html'>Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikiran. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya,&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine?s Day adalah salah satu contoh hari besar di luar Islam yang pada hari itu sebagian kaum muslimin ikut memperingatinya, terutama kalangan ramaja dan pemuda. Padahal Valentine -menurut salah satu versi sebuah ensiklopedi- adalah nama pendeta St. Valentine yang dihukum mati karena menentang Kaisar Claudius II yang merlarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu kiranya perlu dijelaskan kepada kaum muslimin mengenai hukum merayakan hari Valentine atau yang sering disebut sebagai hari kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, "Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata?ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata?ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran. Padahal dengan itu ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah subhanahu wata?ala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Waqid meriwayatkan, "Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah shallallahu ?alaihi wasallam berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan, "Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena alasan berikut:&lt;br /&gt;Pertama; ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam.&lt;br /&gt;Kedua; ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata?ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci dan menyelisihi orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya telah membaca ayat,artinya,&lt;br /&gt;"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ia memohon kepada Allah subhanahu wata?ala agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri justru menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah subhanahu wata?ala telah berfirman, yang artinya,&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (al-Maidah:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat lainnya, artinya,&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah subhanahu wata?ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi, Allah subhanahu wata?ala berfirman yang artinya,&lt;br /&gt;"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku." (HR. Ahmad).(fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Valentine's Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentin's tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: alsofwah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-8511428707962483848?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/8511428707962483848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=8511428707962483848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8511428707962483848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8511428707962483848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2008/02/islam-dan-perayaan-valentine.html' title='Islam dan Perayaan Valentine'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-3452966747835399843</id><published>2008-01-31T23:51:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T00:10:19.279-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Gerakan Sholat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R6LQiufb8OI/AAAAAAAAAB0/0RpnfJoq29E/s1600-h/mukjizat_gerakan_sholat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R6LQiufb8OI/AAAAAAAAAB0/0RpnfJoq29E/s200/mukjizat_gerakan_sholat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161917417934024930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kontribusi dari M. Sholikul Huda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan manfaat. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah, serta dilakukan secara istikamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Rasulullah SAW berada di dalam Masjid Nabawi, Madinah. Selepas menunaikan shalat, beliau menghadap para sahabat untuk bersilaturahmi dan memberikan tausiyah. Tiba-tiba, masuklah seorang pria ke dalam masjid, lalu melaksanakan shalat dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, ia segera menghadap Rasulullah SAW dan mengucapkan salam. Rasul berkata pada pria itu, "Sahabatku, engkau tadi belum shalat!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kagetnya orang itu mendengar perkataan Rasulullah SAW. Ia pun kembali ke tempat shalat dan mengulangi shalatnya. Seperti sebelumnya ia melaksanakan shalat dengan sangat cepat. Rasulullah SAW tersenyum melihat "gaya" shalat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan shalat untuk kedua kalinya, ia kembali mendatangi Rasulullah SAW. Begitu dekat, beliau berkata pada pria itu, "Sahabatku, tolong ulangi lagi shalatmu! Engkau tadi belum shalat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi orang itu merasa kaget. Ia merasa telah melaksanakan shalat sesuai aturan. Meski demikian, dengan senang hati ia menuruti perintah Rasulullah SAW. Tentunya dengan gaya shalat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seperti "biasanya", Rasulullah SAW menyuruh orang itu mengulangi shalatnya kembali. Karena bingung, ia pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah yang telah mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak bisa melaksanakan shalat dengan lebih baik lagi. Karena itu, ajarilah aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahabatku," kata Rasulullah SAW dengan tersenyum, "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Fatihah dan surat dalam Alquran yang engkau pandang paling mudah. Lalu, rukuklah dengan tenang (thuma'ninah), lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak. Selepas itu, sujudlah dengan tenang, kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang. Lakukanlah seperti itu pada setiap shalatmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dari Mahmud bin Rabi' Al Anshari dan diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya ini memberikan gambaran bahwa shalat tidak cukup sekadar "benar" gerakannya saja, tapi juga harus dilakukan dengan tumaninah, tenang, dan khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhusukan ruhani akan sulit tercapai, bila fisiknya tidak khusyuk. Dalam arti dilakukan dengan cepat dan terburu-buru. Sebab, dengan terlalu cepat, seseorang akan sulit menghayati setiap bacaan, tata gerak tubuh menjadi tidak sempurna, dan jalinan komunikasi dengan Allah menjadi kurang optimal. Bila hal ini dilakukan terus menerus, maka fungsi shalat sebagai pencegah perbuatan keji dan munkar akan kehilangan makna. Karena itu, sangat beralasan bila Rasulullah SAW mengganggap "tidak shalat" orang yang melakukan shalat dengan cepat (tidak tumaninah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah gerakan shalat&lt;br /&gt;Sebelum menyentuh makna bacaan shalat yang luar biasa, termasuk juga aspek "olah rohani" yang dapat melahirkan ketenangan jiwa, atau "jalinan komunikasi" antara hamba dengan Tuhannya, secara fisik shalat pun mengandung banyak keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan shalat yang dicontohkan Rasulullah SAW sarat akan hikmah dan bermanfaat bagi kesehatan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tumaninah serta istikamah (konsisten dilakukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;imageDalam buku Mukjizat Gerakan Shalat, Madyo Wratsongko MBA. mengungkapkan bahwa gerakan shalat dapat melenturkan urat syaraf dan mengaktifkan sistem keringat dan sistem pemanas tubuh. Selain itu juga membuka pintu oksigen ke otak, mengeluarkan muatan listrik negatif dari tubuh, membiasakan pembuluh darah halus di otak mendapatkan tekanan tinggi, serta membuka pembuluh darah di bagian dalam tubuh (arteri jantung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menganalisis kebenaran sabda Rasulullah SAW dalam kisah di awal. "Jika engkau berdiri untuk melaksanakan shalat, maka bertakbirlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat takbir Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Takbir ini dilakukan ketika hendak rukuk, dan ketika bangkit dari rukuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun mengangkat kedua tangannya ketika sujud. Apa maknanya? Pada saat kita mengangkat tangan sejajar bahu, maka otomatis kita membuka dada, memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan untuk dialirkan ke bagian otak pengatur keseimbangan tubuh, membuka mata dan telinga kita, sehingga keseimbangan tubuh terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rukuklah dengan tenang (tumaninah)." Ketika rukuk, Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa'ad bin Abi Waqqash). Apa maknanya? Rukuk yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Rukuk pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk. Kelenturan syaraf memori dapat dijaga dengan mengangkat kepala secara maksimal dengan mata mengharap ke tempat sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bangunlah hingga engkau berdiri tegak." Apa maknanya? Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya. Hal ini dapat menjaga syaraf keseimbangan tubuh dan berguna mencegah pingsan secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selepas itu, sujudlah dengan tenang." Apa maknanya? Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian bangunlah hingga engkau duduk dengan tenang." Apa maknanya? Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada gerakan-gerakan shalat lainnya yang pasti memiliki segudang keutamaan, termasuk keutamaan wudhu. Semua ini memperlihatkan bahwa shalat adalah anugerah terindah dari Allah bagi hamba beriman. Wallaahu a'lam. (RioL )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: swaramuslim.net&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-3452966747835399843?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/3452966747835399843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=3452966747835399843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/3452966747835399843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/3452966747835399843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2008/01/kontribusi-dari-m.html' title='Rahasia Gerakan Sholat'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R6LQiufb8OI/AAAAAAAAAB0/0RpnfJoq29E/s72-c/mukjizat_gerakan_sholat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-8516587442301210972</id><published>2008-01-31T23:31:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T23:39:24.120-08:00</updated><title type='text'>Fenomena Santet Dalam Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Fenomena Santet Dalam Kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santet tidak hanya dikenal di Jawa (Jawa Barat disebut teluh ganggaong atau sogra), melainkan hadir juga di berbagai daerah lain dengan beragam nama. Di Bali terkenal dengan desti, leak, atau teluh terangjana, di Maluku dan Papua dengan suangi, di Sumatra Utara begu ganjang, di Sumatra Barat puntianak, dan masih banyak yang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afrika dikenal voodoo. Di belahan Eropa, orang mengenal tukang sihir. Masih banyak istilah dengan teknik dan cara kerja yang sama dengan santet dipraktikkan di negara-negara lain, selain Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santet, menurut Prof. Dr. Th. Ronny Nitibaskara, termasuk sorcery (ilmu tenung) atau witch craft (ilmu sihir). “Keduanya masuk dalam black magic atau ilmu hitam,” kata guru besar kriminologi dari Universitas Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini sudah digunakan sejak zaman Nabi Musa. Tentu kebanyakan dari kita tahu kisah ketika Nabi Musa ditantang oleh para tukang sihir yang dimiliki Raja Firaun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau itu atas perintah Tuhan, Musa melepaskan tongkat gembalanya. Jadilah tongkat itu ular besar yang mengalahkan ular-ular  ciptaan para tukang sihir Firaun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru besar yang disertasinya mengenal kejahatan santet ini menyebutkan bahwa baik tenung maupun sihir dikatakan ilmu hitam karena tujuan penggunaannya. Mengutip pendapat sosiolog asal Inggris, Raymond Firth, Prof. Ronny menyebutkan bahwa santet adalah tindakan yang merusak kesejahteraan orang lain dengan motif balas dendam atau sakit hati. Tindakan ini mengakibatkan sakit, kematian, dan berbagai bentuk penderitaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi tindakan ini dalam kaidah agama mana pun dianggap sebagai sebuah kejahatan. Demikian juga dalam kaidah hukum modern," ungkap Ronny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan metafisis ini dikirim oleh pelakunya dalam bentuk apa pun. Mulai dari benda mati seperti tanah, paku, besi berkarat, jarum bahkan juga binatang entah itu kalajengking, ular juga kelelawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling canggih, menurut Permadi, SH, anggota DPR RI yang juga dikenal aktif di bidang parapsikologi, santet bisa berupa penyakit modern yang ada sekarang ini, misalnya berupa kanker, pembengkakan kelenjar tiroid dan lain lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua itu tergantung kepintaran sang dukun. Karena itu, dukun santet juga beragam tingkat ilmunya. Anggap saja ada yang masih SD, SMP, SMU, bahkan ada yang tingkat profesor untuk menggambarkan bahwa dukun itu sangat pintar,” papar Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Ronny pengiriman santet bisa dengan cara imitative magic, misalnya membuat boneka kemudian menusuk boneka dengan jarum, atau menggunakan media foto yang kemudian dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga dengan cara contagious magic atau menggunakan benda-benda yang digunakan orang yang hendak dikirimi santet seperti pakaian, rambut dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit Dibuktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Permadi santet bisa dijelaskan dengan teori bahwa benda dengan molekul padat seperti paku atau berbagai hal lain bisa diubah menjadi bentuk energi yang tidak kelihatan (dematerialisasi) untuk kemudian diubah lagi menjadi benda padat setelah terkirim atau sampai pada seseorang yang dituju. "Semua itu berkat kekuatan mind atau pikiran," ujar Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirip dengan Permadi seorang ahli radiesthesi yang juga seorang pastor, Romo Handoyo Lukman, menyebutkan bahwa santet tak lebih dari induksi negatif yang ditujukan untuk mencelakakan orang lain atau merupakan energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyantetan, menurut Romo Lukman bukan merupakan hal yang tidak bisa dijelaskan. Ini adalah proses yang bisa dijelaskan secara ilmiah dengan teori elektrodinamika,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang tertentu, menurut Lukman, memiliki kemampuan mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan itu juga energi dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan listrik, korban yang tidak kuat menahan kiriman energi yang mengenai tubuhnya akan menjadi sakit. Namun, banyak juga yang berpendapat, salah satunya Prof. Tubagus Yuhyi, bahwa santet bisa terjadi akibat bantuan jin atau makhluk halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bisa dijelaskan sedemikian rupa, tidak ada yang bisa membuktikan jejak santet. Siapa yang mengirimnya sulit dibuktikan secara hukum. Yang jelas, akibat atau korban santet jelas dan nyata ada, seperti yang dialami Ahmad dan banyak orang lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Yuhyi yang juga ahli dalam menangkal santet dan salah satu dewan guru Persatuan Pendekar Persilatan dan Seni Budaya Banten menekankan bahwa siapa pun bisa kena santet, mulai dari bayi sampai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun, bila tingkat energi seseorang lebih tinggi dibanding tingkat energi sang pengirim santet, santet tidak tak mampu menembus seseorang,” tutur Permadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Yuhyi menegaskan bahwa orang takwalah yang bisa kebal dari santet. Kalaupun masih bisa tembus, setidaknya dalam kasus yang dialami Ahmad, bungkusan jarum yang dikirim padanya tidak akan pecah atau terbuka, sehingga menyebar ke seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takwa pada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kelihatannya menyeramkan, santet bisa ditangkal,  “Asal kita bertakwa kepada Allah Sang pencipta, kita pasti selamat dan terlindungi” kata Prof. Yuhyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Islam, Yuhyi menyarankan agar menggunakan wirid atau doa seperti yang pernah diucapkan Nabi Muhammad saat menghadapi perang Badrar, “La Khaulawala Kuatailla Billahil Aliyil Adhiimi", ayat ini berarti, "Tiada daya dan upaya atau kekuatan siapa pun yang mampu menandingi keperkasaan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini sebenannya bisa dilafalkan oleh siapa pun tanpa mengenal agama karena tidak terkait dengan akidah. Namun, mereka yang beragama lain bisa juga menggunakan doanya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Romo Lukman. Pastor asal Belanda ini justru menemukan alat yang bisa menetralisasi energi negaatif santet, sehingga tidak mempan masuk ke tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat berupa kumparan ini terbuat dari tembaga berukuran panjang 7 cm tebal 2 cm, dengan beragam bentuk dan memiliki daya elektrostatiska yang mampu menyerap dan menetralkan energi yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat ini perlu di tempatkan dengan tepat karena kalau tidak fungsinya malah bisa terbalik. Sayang, hanya Lukman dan murid-muridnya saja yang baru bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain datang dari Rizca Natasuwarna. Lulusan ITB ini mengembangkan alat yang disebut teknologi generator energi positif (GEPP). Menurutnya, alat ini mampu menangkal santet. Bahkan, alat ini bisa digunakan untuk menangkap energi negatif yang terluap dari emosi di ruangan yang besarnya sebanding dengan stadion sepakbola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat uji coba yang diterapkan pada pohon pisang di Bandung, pohon tersebut tetap segar ketika disantet oleh penyantet dari Garut, akibat generator antisantet ini. Sementara pohon yang tidak dipasangi generator, langsung mati mengering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja GEPP sangat sederhana. Alat ini menyerap energi negatif yang ada di sekitar generator. Ini karena adanya energi prana positif dikeluarkan dari dalam bejana yang  sudah dikemas dalam bentuk piramida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energ prana positif tersebut dihasilkan dari kumparan yang sudah dibentuk sedemikian rupa yang mengolah 4 unsur alam. Alat ini ternyata tidak hanya menyerap energi negatif, melainkan juga mampu membalikkan energi negatif yang dikirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kemampuan GEPP tidak lama. Baterainya tidak cukup tahan mengeluarkan energi sepanjang waktu. Alat ini harus diisi ulang setelah penggunaan 6 bulan. Selain itu, harganya juga tidak murah. Satu GEPP piramida harganya sekitar 2 juta, dan silinder 200 ribu. Beberapa ahli lain mungkin memiliki cara yang berbeda lagi dalam hal menangkal santet. Ada yang dengan membukakan cakra-cakra atau pusat energi orang yang terkena. Ada yang menggunakan daun kelor. Ada pula yang menggunakan rajah-rajah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti misalnya Prof. Dr. IGK Putra Wirawan, MM. Praktisi penyembuh dari Yayasan Prana Murti ini cukup menyentuh pasien, langsung membaik. Setelah pasien kelihatan membaik, pria asal Bali ini lalu memberi pasien minum air putih yang sebelumnya didoakan lebih dahulu agar kekuatan yang mengganggu sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Wirawan, mendekatkan diri pada Tuhan dan selalu bersikap baik pada setiap orang merupakan langkah terbaik untuk terhindar dari santet. Santet biasanya muncul atau dipicu oleh sikap kita, yang secara sengaja atau tidak, menyakiti orang lain sehingga orang tersebut menyerang kita dengan cara lebih kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kompas.com&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-8516587442301210972?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/8516587442301210972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=8516587442301210972' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8516587442301210972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8516587442301210972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2008/01/fenomena-santet-dalam-kehidupan.html' title='Fenomena Santet Dalam Kehidupan'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-5869973825971394425</id><published>2008-01-28T08:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T08:02:31.593-08:00</updated><title type='text'>THE ROCK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R538fufb8NI/AAAAAAAAABs/7vPJtvT1bC4/s1600-h/imz07svH2XW1190321808.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R538fufb8NI/AAAAAAAAABs/7vPJtvT1bC4/s200/imz07svH2XW1190321808.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160558370022486226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-5869973825971394425?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/5869973825971394425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=5869973825971394425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5869973825971394425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5869973825971394425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2008/01/rock.html' title='THE ROCK'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_OwG_PXqUyhw/R538fufb8NI/AAAAAAAAABs/7vPJtvT1bC4/s72-c/imz07svH2XW1190321808.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-8009088800781113369</id><published>2008-01-28T05:35:00.000-08:00</published><updated>2008-01-28T07:13:50.385-08:00</updated><title type='text'>Nikmati Jurnal International</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aku bukan pencuri tapi mungkin lebih tepat bila dikatakan sebagai pemulung. wahai para pemulung intelektual nikmati akses gratis jurnal2 terbaru di emeraldinsight.com&lt;br /&gt;username : halicuni&lt;br /&gt;pass: emerald.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks berat ayusta...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-8009088800781113369?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/8009088800781113369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=8009088800781113369' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8009088800781113369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8009088800781113369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2008/01/nikmati-jurnal-international.html' title='Nikmati Jurnal International'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-5937339687240062809</id><published>2007-12-11T02:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T02:57:12.960-08:00</updated><title type='text'>150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.wizard12220.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R1dhvwoKCo4AAFM4CNc1/RSI%20Dec%202007-%20150%20Album%20Terbaik%20Indonesia.jpg?et=PQ0o1B67WtihOkocfmlErg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 144px; height: 175px;" src="http://images.wizard12220.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R1dhvwoKCo4AAFM4CNc1/RSI%20Dec%202007-%20150%20Album%20Terbaik%20Indonesia.jpg?et=PQ0o1B67WtihOkocfmlErg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Majalah Rollingstones menerbitkan edisi khusus 150 album sepanjang masa. Hasilnya agak mengejutkan karena ada band yang yang gak terkenal (apa aku yang kuper kali ye....hehehe). Yang penting band fav aku ada yang nyangkut-lah (dewa 19 = album terbaik-terbaik + bintang 5 &amp;amp; GIGI = dunia) yang lain mah I don't care.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;Berikut list 150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;1. Badai Pasti Berlalu (Irama Mas, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;2. Guruh Gipsy (Guruh Gipsy, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;3. Lomba Cipta Lagu Remaja 1978 (DD Record, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;4. Dheg Dheg Plas – Koes Plus (Melody, 1969)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;5. Suit-Suit He…He (Gadis Sexy) – Slank (Project Q, 1991)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;6. To The So Called The Guilties – Koes Bersaudara (Mesra, 1967)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;7. Api Asmara – Rien Djamain (Hidayat, 1975)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;8. Swami (Airo Production, 1989)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;9. 4 Through The Sap – PAS (Nova/Sap, 1994)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;10. Ken Arok – Harry Roesli (Eterna Record, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;11. Begadang – Oma Irama (Yukawi, 1974)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;12. Yopie Item &amp;amp; Idris Sardi Live (Pramaqua, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;13. Musik Saya Adalah Saya – Yockie Soerjoprajogo (Musica, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;14. Kus Bersaudara (Irama, 1964)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;15. Roxx (Blackboard, 1992)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;16. Pure Saturday (Bacott/Ceepee, 1996)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;17. Sakura – Fariz RM (Akurama, 1980)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;18. Lagu Gumarang Jang Terkenal (Mesra, 1960)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;19. Trio Bimbo 1971 (Polydor, 1971)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;20. Jang Pertama – Dara Puspita (Mesra, 1965)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;21. Koes Plus Volume 2 (Dimitra, 1970)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;22. Naif (Bulletin, 1998)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;23. Camellia I – Ebiet G. Ade (Jackson Record, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;24. Citra Ceria – Vina Panduwinata (Jackson Record, 1984)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;25. Si Djampang – Benjamin S. (Melody, 1969)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;26. Terbaik Terbaik – Dewa19 (Aquarius Musikindo, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;27. Sarjana Muda – Iwan Fals (Musica Studio’s, 1981)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;28. Kebyar Kebyar – Gombloh (Golden Hand)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;29. Kedua – Kla Project (Pro Sound)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;30. Koes Plus Volume 4 (Mesra, 1971)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;31. Tangan Tangan Setan – Nicky Astria (AMK Records, 1985)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;32. Semalam Di Malaya – Saiful Bahri (Irama, 1961)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;33. Sheila On 7 (Sony, 1999)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;34. Philosophy Gang – Harry Roesli’s Gang (Lion Record, 1973)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;35. Hotel Van Vincente – Transs (Akurama, 1981)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;36. Giant On The Move – Giant Steps (RM Recording, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;37. Oslan Husein (Irama, 1964)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;38. Koes Plus Volume 5 (Mesra, 1971)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;39. Pemuda – Chaseiro (Musica Studio’s, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;40. Centralismo – Sore (Aksara, 2005)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;41. Reborn – Indra Lesmana (BMG, 2000)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;42. Nyanyian Fajar – Leo Kristi (Golden Hand, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;43. God Bless (Pramaqua, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;44. Di Batas Angan Angan – Keenan Nasution (Irama, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;45. Duo Kribo Original Soundtrack (Musica Studio’s, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;46. Dunia – Gigi (Union Artist, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;47. Papaja Mangga Pisang Jambu (Irama, 1957)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;48. Musim Bunga – Franky &amp;amp; Jane (Jackson, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;49. Indahnya Sepi – Candra Darusman (Irama Tara, 1981)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;50. Jurang Pemisah – Yockie Soerjoprajogo (Pramaqua, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;51. Sabda Alam – Chrisye (Musica Studio’s. 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;52. Doa Ibu – Titiek Puspa (Irama, 1966)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;53. Titik Api – Harry Roesli (Aktuil, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;54. Panggung Perak – Fariz RM (Akurama, 1981)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;55. Sesuatu Yang Tertunda – Padi (Sony, 2001)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;56. Kampungan – Slank (Project Q, 1991)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;57. Puspa Indah Taman Hati – Chrisye (Musica Studio’s, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;58. Kisah Pasar Baru (Irama)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;59. My Diary – Mocca (Fast Forward Record, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;60. Krakatau (Bulletin, 1987)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;61. Megaloblast – Koil (Apocalyse, 2001)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;62. Eka Sapta (Bali, 1963)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;63. Bubi Chen And His Fabulous 5 (Irama, 1962)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;64. Kantata Takwa (Airo Production, 1990)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;65. Netral (Bulletin, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;66. Kemarau - New Rollies (Musica, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;67. Mata Dewa – Iwan Fals (Airo Production, 1989)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;68. Semut Hitam - God Bless (Logiss Records, 1988)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;69. Orang Gila – Iwan Fals (Harpa, 1994)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;70. Alam Raya – Abbhama (Tala &amp;amp; Co., 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;71. Living In The Western World – Fariz RM (Grammy, 1989)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;72. Titik Cerah – Naif (Bulletin, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;73. The Rollies (Remaco, 1972)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;74. Bahtera Asmara – Andi Meriem Mattalatta (Musica Studio’s)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;75. Aku Pasti Datang – Utha Likumahuwa (Jackson Record, 1985)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;76. Manisku – Broery Pesolima (Hidayat, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;77. Rumah Ke Tujuh – Indra Lesmana (BMG, 2002)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;78. Melayang – January Christy (Aquarius/Pro Sound, 1990)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;79. Pasti – Karimata (Pro Sound, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;80. Intermezzo – Dian Pramana Poetra (Jackson, 1984)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;81. Sign Of Love – The Rollies (Purnama, 1973)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;82. Resesi – Chrisye (Musica, 1983)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;83. Bulan Di Asia – Java Jazz (Union Artist/Jamz, 1991)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;84. White Shoes &amp;amp; The Couples Company (Aksara, 2005)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;85. Nadia &amp;amp; Atmosphere – Lemon Tree’s Anno ’69 (Golden Hand, 1978)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;86. Discus 1st (Mellow Record, 1999)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;87. Interaksi – Humania (EMI/Swarabumi, 2000)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;88. Noor Bersaudara (Hidayat, 1977)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;89. The Beast – Edane (Airo, 1992)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;90. Aku Sayang Kamu! – Iwan Fals (Musica, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;91. Kidnap Katrina (Program, 1993)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;92. Barong’s Band (Nirwana)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;93. Jezz – Karimata (Aquarius, 1991)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;94. Ghede Chokra’s – Shark Move (Shark Move, 1973)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;95. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 (Bulletin, 1987)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;96. Bintang Lima – Dewa (Aquarius, 2000)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;97. Gempita Dalam Dada – Harvey Malaiholo (Billboard, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;98. Andai Aku Besar Nanti – Sherina (Ceepee, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;99. Rara Ragadi (Duba Record, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;100. Produk Hijau – WOW! (Venus, 1983)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;101. In (No) Sensation – PAS (Aquarius, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;102. Baur – Simak Dialog (Chico&amp;amp;Ira/Aquarius, 1999)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;104. The Rollies (Popsound/Phillips, 1969)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;105. Trapesium – Symphony (Akurama, 1982)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;106. Matraman – The Upstairs (Sirkus Record, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;107. JKT:SKG (Aksara, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;108. Pahama Vol.1 (Bimbo Recording System, 1976)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;109. Kubik (Target Pro, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;110. Save My Soul – Padi (Sony, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;111. The Brandals (Sirkus, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;112. The Adams v2.05 (Aksara, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;113. Beyond Coma And Despair – Burgerhill (Revolt, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;114. 1st – Maliq &amp;amp; D’essentials (Sould Out/Warner, 2005)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;115. Masaindahbangetsekalipisan (40.1.24, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;116. Bintang Di Surga – Peterpan (Musica, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;117. Ku Ingin Kembali – Iwa K (Musica, 1993)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;118. Ekspresi – Titi Dwijayati (Granada, 1988)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;119. Cerita Cinta – Kahitna (Musica, 1994)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;120. Keajaiban – Reza (Aquarius, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;121. Keseimbangan – Ari Lasso (Aquarius, 2003)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;122. High Octane Rock – Seringai (Parau/Resswara, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;123. 10 Finalis Festival Rock Se-Indonesia Ke V (Logiss, 1989)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;124. Tha Nekrophone Dayz (Remnants &amp;amp; Traces From The Years Worth Living – Homicide (Subciety, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;125. Getah (Hemagita/WEA, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;126. Makara (Prosound, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;127. Suara Persaudaraan (Suara Persaudaraan, 1986)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;128. Love and Turbo Action – Goodnight Electric (HFMF/Aksara, 2004)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;129. Pancaran Sinar Petromak (DD Records, 1979)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;130. Behind The 8th Ball – Rotor (Airo, 1992)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;131. Ta’kan – Guest Band (Union Artist)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;132. Teluk Bayur – Ernie Djohan (Remaco, 1964)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;133. Buaya Ska – Waiting Room (Waiting Room Records, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;134. Orexas – Remi Sylado (Duba, 1980)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;135. Potret II (Aquarius, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;136. Power One – Power Metal (Logiss, 1991)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;137. Kembali Berdansa – Shaggydog (Pops, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;138. 17 th Ke Atas – Flowers (Aquarius, 1996)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;139. Insting Psiko &amp;amp; Harmony – Plastik (Bulletin, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;140. Waktu Hijau Dulu – Cherry Bombshell (Bulletin, 1997)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;141. Kasmaran – Elfa’s Singers (Team Records, 1987)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;142. Bidadari – Andre Hehanusa (Warna Musik, 1995)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;143. Rasa Baru – Cokelat (Sony, 2001)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;144. Balonku – Eno &amp;amp; Adi (Irama, 1963)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;145. Anak Pantai – Imanez (Aquarius, 1994)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;146. Melly (Aquarius, 1998)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;147. Albumnya Oppie – Oppie (Musica, 1993)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;148. Ku Ingin – The Groove (Sony, 1999)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;149. Kuta Rock City – Superman Is Dead (Sony, 2002)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-weight: normal; font-family: arial; font-style: italic;"&gt;150. Ska-Phobia – Tipe-X (Pops, 1999)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: times new roman;" href="http://wizard12220.multiply.com/journal/item/81/Rolling_Stone_-_150_Album_Indonesia_Terbaik"&gt;Klik&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 0);font-family:Georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-5937339687240062809?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/5937339687240062809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=5937339687240062809' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5937339687240062809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5937339687240062809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2007/12/150-album-indonesia-terbaik-versi.html' title='150 Album Indonesia Terbaik versi Rolling Stone'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-8488353020755595954</id><published>2007-05-07T18:29:00.000-07:00</published><updated>2007-06-23T01:28:57.989-07:00</updated><title type='text'>Profesionalisme Guru, Harapan dan Kenyataan</title><content type='html'>Profesionalisme Guru, Harapan dan Kenyataan&lt;br /&gt;Oleh P. RUSPENDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGRAM 100 hari Mendiknas, Bambang Sudibyo, salah satunya mencanangkan guru sebagai profesi seperti halnya wartawan, dokter, dan profesi lainnya. ("PR", 20 November 2004). "Sebagai suatu profesi, nantinya akan ada kode etik yang harus dipenuhi para guru. Jika melanggar, akan ada konsekuensi. Guru juga terdorong menjalankan tugasnya dengan baik, dan kode etik juga akan melindungi profesi guru," kata pengamat pendidikan UPI Bandung, Prof. Said Hamid Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memosisikan guru sebagai profesi, suatu hal yang mendesak diberlakukan di Indonesia. Pasalnya, menempatkan guru seperti itu akan memperbaiki nasib para guru yang selama ini sering termaginalkan. Guru juga akan menjadi lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana guru mengantisipasi tuntutan seperti itu, sehingga dapat mengembangkan profesinalismenya. Menurut "Journal Education Leadership" (Maret 1994), ada lima ukuran seorang guru dinyatakan profesional: Pertama, memiliki komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Kedua, secara mendalam menguasai bahan ajar dan cara mengajarkan. Ketiga, bertanggung jawab memantau kemampuan belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Keempat, mampu berpikir sistematis dalam melakukan tugas dan kelima, seyogianya menjadi bagian dari masyarakat belajar di lingkungan profesinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan "Malcon Allerd" mengatakan, selain kelima aspek itu, sifat dan kepribadian guru amat penting artinya bagi proses pembelajaran adalah adaptabilitas, entusiasme, kepercayaan diri, ketelitian, empati, dan kerjasama yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru juga dituntut untuk mereformasi pendidikan, bagaimana memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-sumber belajar di luar sekolah, perombakan struktural hubungan antara guru dan murid, seperti layaknya hubungan pertemanan, penggunaan teknologi modern dan penguasaan iptek, kerja sama dengan teman sejawat antar-sekolah, serta kerja sama dengan komunitas lingkungannya (Kompas, 12 September 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran itu menunjukkan, betapa tingginya tuntutan profesionalisme seorang guru. Bisa dipastikan, dengan tingkat penghasilan seperti saat ini, rasanya sulit mengikuti tuntutan itu. Kalau kita percaya pada 'Abraham Moslow' kebutuhan utama seseorang manusia survival biologis, maka seorang guru juga akan mengutamakan keberlangsungan hidup ketimbang memikirkan profesionalismenya. Ini menyebabkan kontradiksi antara idealita dengan realita seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa profesional kalau kondisi mereka seperti saat ini. Ironi kalau kita telanjur mengatakan guru jabatan profesional, tapi perlakuan kepadanya jauh dari itu. Kalau kita telanjur mengatakan guru jabatan profesional, mereka harus diperlakukan secara profesional pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor yang menyebabkan guru kurang profesional dalam memangku jabatannya. Pertama, faktor internal biologis. Guru manusia yang juga butuh kesehatan dan nutrisi seimbang melalui pola makan yang sehat agar bisa produktif. Sesuai anjuran para ahli, pola makan yang baik dapat meningkatkan kesehatan. Bisa disimpulkan, bagaimana mungkin para guru bisa sehat (produktif dan profesional), kalau hanya sekali makan telur atau lauk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, faktor internal psikologis. Di samping punya tanggung jawab terhadap anak didik dan lembaga pendidikan, guru juga punya tanggung jawab terhadap keluarga (anak, suami/istri). Dengan penghasilan minim, ia akan mengalami ketidakpastian kesejahteraan hidup diri dan keluarganya. Sehingga satu per satu akan muncul kebutuhan atau dorongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan munculnya dua kebutuhan atau lebih saat bersamaan, akan menimbulkan konflik. Kurt Lewin (1890-1947) membedakan tiga macam konflik. Konflik yang dialami para guru adalah konflik approach, yakni jika dua kebutuhan atau lebih muncul secara bersamaan dan keduanya mempunyai nilai positif bagi individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika muncul kebutuhan atau dorongan untuk bertindak tapi tidak dapat terpenuhi atau terhambat, akan menyebabkan frustrasi atau depresi. Gangguan frustrasi atau depresi secara fisik memang tidak tampak, namun siksaan bagi para pengidapnya sangat berat. Setiap detik penderita akan disesaki oleh kekhawatiran, ketakutan dan kengerian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tak kalah berat dialami penderita depresi, tidak hanya pikiran tapi juga fisik. Sakit kepala, sakit perut dan tubuh makin kurus, kegembiraan hidup musnah dan hidup terasa hambar (Kompas, 15 Februari 2003). Jadi bagaimana mungkin seorang guru harus berkarya, kalau setiap hari frustrasi atau depresi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, faktor eksternal psikologi. Gaji yang minim, penunjang profesionalitas juga minim. Kalau gaji minim tapi tanggung jawab berat, guru akan merasa tidak dihargai. Ada suatu kisah seorang guru di Jakarta yang harus mengajar anak-anak orang kaya. Murid-murid yang diajarnya sudah bisa komputer, internet, bahasa Inggris, dan berwawasan luas, disebabkanorang tuanya langganan koran. Akibatnya, sang guru merasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah penting, yang perlu diperhatikan adalah proses rekruitmen guru. Proses rekruitmen guru tak sekadar mengisi kekurangan, tapi juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Sebab meski maraknya teknologi informasi mampu mengadakan sumber ajar yang besar, guru tetap memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah disampaikan Ketua Umum PGRI, Muhammad Surya, pengembangan profesionalisme guru seharusnya sudah dimulai sejak masa perekrutan. Selain itu perlu didukung fasilitas yang memadai. Perbaikan kesejahteraan guru merupakan agenda penting yang tidak bisa ditinggalkan, (Kompas, 30 Januari 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, profesionalisme guru tidak hanya berpulang pada guru itu sendiri, tapi juga dukungan, penghargaan dan political will pemerintah sangat dinantikan. Tanpa usaha serius dari semua pihak, kondisi guru akan makin memprihatinkan dan profesionalisme sulit dicapai.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, guru SMA Pasundan Majalaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-8488353020755595954?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/8488353020755595954/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=8488353020755595954' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8488353020755595954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/8488353020755595954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2007/05/profesionalisme-guru-harapan-dan.html' title='Profesionalisme Guru, Harapan dan Kenyataan'/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3976542914443753902.post-5764869931894031102</id><published>2007-05-04T21:51:00.000-07:00</published><updated>2007-05-07T18:32:23.144-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;KONTROVERSI SEKULARISASI DAN SEKULARISME&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;DALAM TELAAH PEMBAHARUAN PEMIKIRAN ISLAM MODERN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Oleh : Suhermanto Ja’far&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; Kontroversi sekularisasi yang muncul dengan sangat populer telah menimbulkan polemik besar yang cukup berkepanjangan di kalangan intelektual Muslim dan para penggagas pembangunan di Indonesia. Akibat polemik tersebut muncul dua kelompok dikotomis dengan sederetan tokoh intelektual pendukungnya. Kelompok pertama disebut kelompok konservatif, suatu kelompok yang menentang keras sekularisasi yang dianggap identik dengan sekularisme. Kelompok kedua disebut kelompok reformis, suatu kelompok yang menolak sekularisme sebagai suatu paham tertutup yang anti agama. Menurut kelompok reformis ini, sekularisasi diartikan sebagai upaya pembebasan masyarakat dari kehidupan magis dan tahayyul dengan melakukan desakralisasi alam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Timbulnya dikotomi tersebut nampaknya masih dalam batas kewajaran, karena masing-masing pemikir mempunyai landasan dan argumentasi sendiri. Untuk melihat sekularisasi secara lebih dekat, perlu digunakan kacamata berlensa ganda, dalam arti tidak hanya melihat masalah ini dalam satu dimensi saja. Kita juga dituntut untuk melihat dalam skala makro secara arif dengan memperhatikan dimensi masa lampau dan masa kini tanpa mengabaikan faktor manusia baik sebagai individu, sosial, kultural maupun dalam relevansinya dengan sesuatu yang transendental.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Untuk itu, perlu dicari akar historis dan perkembangannya antara Barat dan Timur serta Indonesia agar dapat diketemukan makna sekularisasi dan sekularisme, sekaligus apa yang terkandung dalam pengertian tersebut dan relevansinya terhadap keyakinan keagamaan. Selanjutnya, diskursus ini bukan dimaksudkan untuk meniadakan tapal batas kerangka ideologis agama, hingga terjebak dalam ruang prefensi yang semu, dan juga bukan dimaksudkan untuk memihak salah satu tokoh atau pemikiran tertentu, melainkan justru melacaknya sampai sejauh mana kedalaman konsepsi mereka sekaligus faktor yang melatarbelakangi pemikiran tersebut. Dengan demikian, dapat dilihat pokok permasalahannya dalam suatu kerangka yang utuh, sehingga dapat membuka mata untuk melihat aspek yang menjadi sumber kontroversi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Problematika Islam dan sekularisme maupun sekularisasi dalam tradisi perkembangan pemikiran modern dalam Islam, baik di dunia internasional maupun di Indonesia cukup bervariasi di dalam cara menangkap makna sekularisme maupun sekularisasi. Adapun para pemikir modern Islam tersebut adalah; &lt;i&gt;pertama &lt;/i&gt;Muhammad al-Bahy&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Dia beranggapan bahwa Islam dan sekularisme merupakan dua hal yang antagonistik, karena posisi Islam kebalikan dari sekularisme. Dengan demikian, apabila negara-negara yang berpegang pada sekularisme dapat mencapai kemajuan, bukan berarti Islam menjadi sebab suatu kemunduran. Ada dasar ijtihad penggunaan penalaran hukum secara independen untuk memberikan jawaban atas suatu masalah ketika al-Qur’an dan Sunnah diam. Maka dalam Islam, dan ini penting bagi manusia, bahwa hukum sangat mungkin berubah dan berkembang untuk selalu diinterpretasi ulang seiring dengan perkembangan jaman dari masa ke masa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dengan begitu, kemajuan bukan berarti harus diperoleh dengan memisahkan urusan agama dari negara sebagaimana kasus Turki, suatu contoh negara Islam yang menerapkan sekularisme. Pada hakikatnya kemajuan yang diperoleh Turki saat itu menurut al-Bahy hanya merupakan sebuah hadiah dari negara lain (Amerika dan Rusia), karena Turki telah berhasil menjauhkan diri dari Islam, disamping juga negara tersebut mempunyai kepentingan tertentu dengan Turki yakni menundukkan negara di Asia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kedua, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Muhammad Qutb. Dia menggunakan istilah sekularisme dari bahasa Arab &lt;i&gt;ilmaniyah &lt;/i&gt;sebagai tujuan pokok sekularisasi. Sekularisme cenderung diartikan sebagai membangun struktur kehidupan tanpa dasar agama atau dalam terminologi bahasa Arab disebut &lt;i&gt;alla diniyah&lt;/i&gt; (non agamis). Kajian Qutb tentang Islam dan sekularisme ini bertitik tolak dari suatu hadits nabi, yaitu &lt;i&gt;bahwa Islam bermula dalam kedaaan asing dan nantinya akan kembali terasing, berbahagialah orang-orang yang terasing. Mereka selalu memperbaiki apa yang telah dirusak oleh manusia.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Hadits tersebut menurut Qutb menunjukkan bahwa orang Islam terasing dari bumi Islam, karena bumi telah dikuasai oleh sekularisme dan atheisme yang mengeluarkan umat manusia dari agama. Dengan kata lain, sekularisme merupakan musuh Islam dan dalam pandangan Islam adalah batil. Islam tidak hanya terbatas pada akidah, akan tetapi tidak ada lapangan yang keluar dari agama. Islam juga mencakup Syariah. Kehidupan dalam Islam hanya terbagi dua yaitu Islam dan Kafir atau musyrik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Apabila agama hanya ditempatkan di hati dan tidak bersangkut paut dengan urusan hidup, ini adalah batil dan tidak sinkron dengan Islam, terlebih jika ada pendapat bahwa politik itu kotor sedangkan agama adalah luhur dan suci. Karena itu, tidak boleh mencampuradukkan agama dengan politik. Pernyataan tersebut, menurut Qutb, merupakan statemen sekular yang terselubung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Pemikiran tentang perubahan, menurut Qutb, bukanlah hal baru dalam Islam. Kitab Tuhan abadi, &lt;i&gt;up to date&lt;/i&gt;, segala sesuatu tetap di dalamnya, namun meliputi aspek-aspek perubahan diantara celah-celah lembarannya. Disinilah pentingnya arti ijtihad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Ketiga &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;adalah Muhammad al-Naquib al-Attas. Ia mengkaji masalah sekularisasi secara holistik, dalam arti ingin menjembatani pemikir Barat dan Muslim. Menurutnya, Islam tidak sama dengan Kristen. Karenanya, sekularisasi yang terjadi pada masyarakat Kristen Barat berbeda dengan yang terjadi pada masyarakat Muslim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Mengawali pendapatnya tentang sekularisasi, al-Attas membedakan antara pengertian sekular yang mempunyai konotasi ruang dan waktu, yaitu menunjuk pada pengertian masa kini atau dunia kini. Selanjutnya, sekularisasi didefinisikan sebagai pembebasan manusia dalam agama dan metafisika atau terlepasnya manusia dari agama dan metafisika atau terlepasnya dunia dari pengertian religius (dalam istilah weber), pembebasan alam dari noda-noda keagamaan, sekularisme yang menunjukkan pada suatu ideologi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Selanjutnya, menurut al-Attas, Islam menolak penerapan apapun mengenai konsep-konsep sekular, sekularisasi maupun sekularisme, karena semua itu bukan milik Islam dan berlawanan dengannya dalam segala hal. Dengan kata lain, Islam menolak secara total manifestasi dan arti sekularisasi baik eksplisit maupun implisit, sebab sekularisasi bagaikan racun yang bersifat mematikan terhadap keyakinan yang benar (iman). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dimensi terpenting dari sekularisasi, menurut al-Attas, sebagaimana pendapat Harvey Cox, adalah desakrisasi atau penidak keramatan alam. Dimensi inilah yang tidak diterima oleh kalangan Kristen Barat. Sedangkan Islam menerima pengertian tersebut dalam arti mencampakkan segala macam tahayul, kepercayaan animistis, magis serta tuhan-tuhan palsu dari alam. Pengertian Islam tentang keramatan alam ini adalah pengertian wajar tanpa mendatangkan sekularisasi bersamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sementara itu, pandangan para cendekiawan muslim Indonesia pun berbeda-beda dalam mendefinisikan sekularisme dan sekularisasi. Nurcholish Madjid, misalnya, melihat sekularisasi tidaklah dimaksudkan sebagai penerapan sekularisme (ideologi), tetapi bentuk perkembangan yang membebaskan (&lt;i&gt;liberating development&lt;/i&gt;). Proses pembebasan ini diperlukan umat Islam karena akibat perjalanan agamanya, mereka tidak sanggup lagi membedakan nilai-nilai yang disangkanya islami itu, yakni mana yang transendental dan mana yang temporal. Oleh karena itu, sekularisasi menjadi suatu keharusan bagi umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dalam pandangan Nurcholish Madjid, sekularisasi memperoleh maknanya dalam desakralisasi segala sesuatu selain hal-hal yang benar-benar bersifat ilahiyah (transendental), sehingga sekularisasi dimaksudkan untuk menduniawikan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam dari kecenderungan untuk mengukhrowikannya. Dalam artian ini, konsep sekularisasi Nurcholish Madjid digunakan untuk &lt;i&gt;membedakan&lt;/i&gt; bukan untuk &lt;i&gt;memisahkan&lt;/i&gt; persoalan duniawi dan ukhrowi. Dengan kata lain, Nurcholish Madjid mencoba memberikan penafsiran baru mengenai peristilahan tersebut, yakni sarana untuk membumikan ajaran Islam (Islamisasi atau pentauhidan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Nampaknya, pengertian tersebut digunakan pada istilah sosiologi sebagaimana pendapat Talcott Parsons, Harvey Cox dan Robert N. Bellah yang lebih merujuk pada pengertian pembebasan masyarakat dari belenggu tahayul dalam beberapa aspek kehidupan. Jadi, sekularisasi tidak berarti penghapusan orientasi keagamaan dalam norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan, akan tetapi seperti pendapat Bellah adalah &lt;i&gt;devaluasi radikal.&lt;/i&gt; Oleh karena itu, Nurcholish Madjid juga mengajukan konsep-konsep seperti sekularisasi, desakralisasi dan rasionalisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sementara itu, cendekiawan Muslim lainnya adalah HM. Rasyidi. Secara umum pandangan HM. Rasyidi tentang sekularisasi merupakan tanggapan bahkan kecaman yang paling ekstrem kepada pemikiran sekulaisasi Nurcholish Madjid. Menurut Rasyidi, belum ada dalam sejarah bahwa istilah sekularisme atau sekularisasi tidak mengandung prinsip pemisahan antara persoalan dunia dengan agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sekularisasi, menurut Rasyidi, bisa membawa pengaruh merugikan bagi Islam dan umatnya. Karena itu, keduanya (sekularisasi dan sekularisme) harus dihilangkan. Memang benar pemikiran baru bisa menimbulkan dampak positif untuk membebaskan umat dari kebodohan, namun penggunaan istilah sekularisasi cukup mengecewakan banyak pihak, karena istilah itu sendiri tidak berlaku dalam Islam dan hanya tumbuh dan berlaku dalam kehidupan Kristen Barat. Karenanya, sekularisasi berhubungan erat dengan sekularisme, sebab sekularisasi berarti penerapan sekularisme. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sesungguhnya akar kontroversi sekularisme maupun sekularisasi dengan Islam itu berpijak dari konsep atau gagasan yang telah dikemukakan oleh para pemikir yang beraneka ragam, terutama diwarnai oleh bidang ilmu atau sudut pandang masing-masing. Sekularisasi dalam konteks yang berbeda, akan terkena penilaian yang berbeda bahkan berlawanan. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah secara historis antara Barat dan Timur serta Indonesia terdapat pertautan baik dari segi perkembangan sosial politik ataupun sosial kegamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Ditinjau dari perkembangan sosial politik terhadap sekularisasi di dunia Barat, maka kesan yang pertama muncul adalah kemajuan negara-negara Barat merupakan hasil dari proses evolusi sistem politik keagamaan sejak abad pertengahan malalui renaisans dan reformasi. Dalam pandangan Barat, sekularisasi merupakan fenomena universal dan tak terelakkan, bahkan mutlak diperlukan sebagai prasyarat modernisasi, sebagaimana dikatakan Smith, dunia tanpa kecuali mengalami &lt;i&gt;the grand process of modernization&lt;/i&gt;. Ini berarti proses sekularisasi itu pasti terjadi, karena dalam proses modernisasi terimplikasi sekularisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Modernisasi, secara implikatif, cenderung merupakan proses dimana di dalamnya komitmen pola-pola lama dikikis dan dihancurkan yang kemudian disuguhkan pola-pola baru yang diberi status modern. Oleh karena dalam modernisasi terjadi pengikisan pola-pola lama, maka berarti pula akan menghancurkan nilai-nilai agama. Ditengah gelombang besar modernisasi dalam proses sekularisasi tersebut, sesungguhnya momentum agama mendapat batu ujian berupa kemampuan untuk memelihara kesinambungan yang komunikatif antar yang transenden-Illahiyah dengan konteks realitas waktu yang senantiasa berkembang. Dialektika antara doktrin suci dengan perkembangan masyarakat, menyebebkan citra sosial keagamaan ditempatkan pada meja kristisisme. Peran agama semakin kabur dan dipertanyakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Pada basis institusional pada sekularisasi terlihat dari adanya deklinasi (kemerosotan) agama dalam masyarakat, kemudian rutinisasi yang cenderung menghilangkan karakteristik sosio-etis, kemudian faktor diferensiasi antar komunitas sosial dan komunitas religius yang menjadikan munculnya kehidupan sekuler. Pada akhirnya faktor keterlepasan juga menentukan yakni melepaskan aspek-aspek kehidupan dari pengawasan religius. Selanjutnya pada basis normatif, sekularisasi memperlihatkan transformasi agama ke dalam batas-batas ke kinian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Pada hakikatnya pandangan pemikir Barat tersebut merupakan refleksi dari situasi dan kondisi masyarakat. Ini tentu saja akan berbeda dengan para pemikir Timur yang mempunyai landasan berbeda. Pandangan pemikir Barat bertolak dari kondisi historis, sedangkan pemikir Timur dari keyakinan agama. Sehingga sekularisasi ataupun sekularisme merupakan anti tesis terhadap agama dan mempunyai konotasi negatif. Dari perbedaan sudut pandang inilah yang menjadikan pendapat dinatara mereka berbeda bahkan kontradiktif. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Bertitik tolak dari keyakinan agama, sekularisasi di Timur (terutama negara Muslim), dilatar belakangi oleh sebuah keprihatinan terhadap keterbelakangan umat akibat tradisi yang telah lama mengakar dan disangkanya Islami. Dalam artian ini, sekularisasi dimaksudkan sebagai usaha untuk membebaskan umat dari tradisi keagamaan yang sebenarnya bersifat duniawi, bukan sakral (Islami). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Hal ini senada dengan pemikiran Harvey cox bahwa sekulariasi mempunyai arti khusus yang justeru berlawanan dengan ide sekularisme. Dimensi penting dari sekularisasi adalah desakralisasi (penidak keramatan); atau dalam bahasa Robert N. Bellah, sekularisasi diartikan sebagai devaluasi radikal terhadap struktur sosial yang ada dan berhadapan dengan hubungan Tuhan dan Manusia yang sentral. Nampaknya, dimensi inilah yang tidak diterima oleh kalangan Kristen Barat, sedangkan Islam menerima pengertian tersebut dalam arti &lt;i&gt;pembebasan &lt;/i&gt;masyarakat dari belenggu tahayul dalam berbagai aspek kehidupan dan bukan berarti adanya penghapusan orientasi keagamaan dalam norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan. Ini merupakan pengertian penidak keramatan alam tanpa menerapkan sekularisme. Dalam arti ini, sekularisasi merupakan kata kunci yang mempunyai konotasi positif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dalam konteks pembaharuan pemikiran Islam di Indonesia, Nurcholish Madjid melontarkan gagasan tentang &lt;i&gt;sekularisasi. &lt;/i&gt;Istilah ini digunakan dalam konsep tauhid. Konsep tersebut bukan dimaksudkan sebagai penerapan sekularisme, sebab sekularisme adalah sebuah ideologi. Karenanya, sekularisasi disini bukan dimaksudkan untuk mengubah kaum Muslim menjadi sekular, tetapi untuk menduniawikan nilai-nilai yang semestinya bersifat duniawi dan melepaskan umat Islam dari syirik dan tahayul. Dengan demikian sekularisasi dimaksudkan untuk memantapkan dan memutlakkan Tuhan semata-mata (tauhid).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sekularisasi juga digunakan dalam arti sosiologis, artinya sekularisasi memperoleh makna yang kongkrit sebagai desakralisasi. Dengan begitu, istilah sekularisasi ini tidak berarti penghapusan nilai-nilai agama, tetapi menumbuhkan semangat keagamaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Terminologi yang digunakan Nurcholis Madjid tersebut dinilai terlalu vulgar dan menimbulkan konotasi radikal, meskipun maknanya berlawanan dengan aslinya. Istilah tersebut, kemudian menjadi titik kritis (&lt;i&gt;critical point&lt;/i&gt;) dalam berbagai tanggapan yang diberikan terhadap gagasan yang dianggap baru itu. Jadi sebenarnya, akar kontroversi tersebut hanya berkisar pada masalah semantik (arti sekularisasi itu sendiri). Akibatnya, reaksi yang muncul justru melupakan substansi pemikiran yang dianggap baru dan semangat empiris yang dikandung di dalamnya. Hal ini karena, dalam kosa kata bahasa Indonesia, sekularisasi terlanjur berkonotasi negatif, terutama setelah istilah ini terekam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia maupun dalam Ensiklopedi Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah &lt;i&gt;sekular&lt;/i&gt; diartikan sebagai bersifat duniawi atau kebendaan, bukan bersifat keagamaan atau kerohanian, sehingga sekularisasi berarti membawa ke arah kecintaan kepada kehidupan dunia. Norma-norma tidak perlu didasarkan pada ajaran agama. Sementara dalam ensiklopedi &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;, kata &lt;i&gt;sekularisasi &lt;/i&gt;diartikan (&lt;i&gt;latin: saeculum; waktu, abad, generasi, dunia) &lt;/i&gt;suatu proses yang berlaku sedemikian rupa, sehingga orang atau masyarakat yang bersangkutan semakin berhaluan dunia, dalam arti terlepas dari nilai-nilai atau norma-norma yang dianggap kekal dan sebagainya (1984: 3061).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Konotasi yang negatif ini dalam berbagai waktu dan tempat telah disertai sikap terhadap gagasan itu. Maka, untuk menempatkan persoalan secara proporsional, yang harus diperhatikan adalah aspek sentral dari sekularisasi yaitu suatu proses dan ini harus dibedakan dengan sekurarisme yang sudah merupakan sebuah ideologi. Karena itu, sekularisasi mempunyai makna yang beraneka ragam, bahka berlawanan, tergantung sudut pandang yang dipergunakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center; font-family: verdana; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="50%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:10;"  &gt;Penulis adalah tenaga pengajar pada Fakultas Ushuluddin&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:12;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:verdana;font-size:10;"  &gt;IAIN Sunan Ampel Surabaya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3976542914443753902-5764869931894031102?l=mazandy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mazandy.blogspot.com/feeds/5764869931894031102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3976542914443753902&amp;postID=5764869931894031102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5764869931894031102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3976542914443753902/posts/default/5764869931894031102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mazandy.blogspot.com/2007/05/kontroversi-sekularisasi-dan.html' title=''/><author><name>Mazandy Maarif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02849288256762884958</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
